Panduan Memilih Jasa Pembuatan Website: Kriteria, Pertanyaan Wajib, dan Red Flag
Portofolio bagus dan harga masuk akal saja belum cukup. Ini kriteria yang benar-benar menentukan, tujuh pertanyaan yang wajib Anda ajukan sebelum deal, dan tanda bahaya yang biasanya baru ketahuan setelah terlambat.
Panduan Memilih Jasa Pembuatan Website: Kriteria, Pertanyaan Wajib, dan Red Flag
Memilih jasa pembuatan website itu sulit karena Anda diminta menilai sesuatu yang belum ada. Yang bisa dilihat cuma portofolio pekerjaan orang lain dan janji di halaman penawaran.
Masalahnya, dua hal itu yang paling gampang dipoles. Portofolio bisa diisi mockup yang tidak pernah benar-benar online. Janji bisa ditulis siapa saja.
Artikel ini isinya hal-hal yang lebih sulit dipalsukan: apa yang sebaiknya Anda cek, apa yang wajib ditanya sebelum deal, dan tanda-tanda yang biasanya baru terasa setelah uang sudah pindah tangan.
Mulai dari kebutuhan, bukan dari vendor
Kesalahan paling umum adalah menghubungi lima vendor sekaligus lalu membandingkan harga mereka. Padahal kalau Anda sendiri belum jelas mau bikin apa, lima penawaran itu tidak bisa dibandingkan. Isinya beda-beda semua.
Sebelum menghubungi siapa pun, tentukan dulu tiga hal.
Website ini untuk apa. Menerima pesanan, menampilkan profil perusahaan, atau menampung iklan berbayar. Tiga tujuan itu menghasilkan website yang berbeda. Kalau masih bingung, saya bahas terpisah di panduan memilih jenis website.
Siapa yang akan mengurus isinya nanti. Kalau Anda ingin ganti-ganti konten sendiri tanpa panggil developer, bilang di awal. Itu mengubah cara situsnya dibangun, bukan fitur yang bisa ditambal belakangan.
Anggarannya berapa. Bukan untuk ditawar-tawar, tapi supaya vendor bisa menyesuaikan cakupan. Kisaran pasarnya sudah saya rinci di artikel biaya pembuatan website.
Kriteria yang benar-benar menentukan
Portofolio yang bisa dibuka
Minta tautannya, bukan gambarnya. Website yang benar-benar dikerjakan pasti bisa dibuka di browser.
Kalau yang dikirim cuma screenshot atau mockup di layar laptop, tanya kenapa. Kadang alasannya sah, misalnya sistem internal yang memang tidak bisa diakses publik. Tapi kalau semua isinya begitu, itu pertanyaan yang wajar diajukan.
Setelah situsnya dibuka, coba dari HP. Ini tes paling cepat dan paling jarang dilakukan orang.
Cara mereka merespons saat masih tanya-tanya
Ini indikator terbaik dan gratis. Kecepatan dan kejelasan vendor saat Anda belum jadi klien biasanya adalah versi terbaik mereka. Setelah uang masuk, jarang membaik.
Perhatikan juga apakah mereka balik bertanya. Vendor yang langsung menyodorkan harga tanpa tahu Anda butuh apa sebenarnya sedang membacakan daftar paket.
Kejelasan soal apa yang Anda dapat
Penawaran yang bagus menyebut angka: berapa halaman, berapa kali revisi, berapa lama pengerjaan. Penawaran yang kabur biasanya menyisakan ruang untuk berdebat di tengah jalan, dan yang kalah debat biasanya klien.
Apa yang terjadi setelah serah terima
Website bukan barang sekali jadi. Pasti ada yang perlu dibetulkan setelah dipakai beberapa minggu. Tanyakan sejak awal apakah masih dibantu, sampai kapan, dan apakah ada biayanya.
Tujuh pertanyaan sebelum deal
Ajukan semuanya lewat chat, bukan lisan. Bukan karena curiga, tapi supaya sama-sama ada catatan.
1. Apa saja yang masuk dalam harga ini? Yang sering tidak termasuk padahal dikira termasuk: domain, hosting, penulisan konten, dan foto. Kalau tidak disebut, anggap tidak termasuk sampai dikonfirmasi.
2. Revisi berapa kali, dan revisi yang seperti apa? Ganti warna tombol dan ganti seluruh tata letak sama-sama disebut revisi, padahal bebannya beda jauh. Vendor yang berpengalaman biasanya sudah punya batasan yang jelas soal ini.
3. Domain dan hosting nanti atas nama siapa? Ini pertanyaan paling sering kelewat, dan paling merepotkan kalau jawabannya keliru. Kalau domain terdaftar atas nama vendor, Anda tidak benar-benar memiliki alamat website Anda sendiri. Pindah vendor jadi ribet, dan dalam kasus terburuk Anda harus membeli ulang nama yang sebetulnya sudah Anda bayar.
Jawaban yang benar: atas nama Anda atau perusahaan Anda, dengan akses penuh diserahkan saat proyek selesai.
4. Siapa yang mengerjakan? Tidak masalah kalau vendor bekerja dengan tim lepas. Yang bermasalah adalah kalau Anda tidak tahu, lalu komunikasinya jadi berlapis dan revisi butuh tiga hari cuma untuk diteruskan.
5. Berapa lama pengerjaannya, dan apa yang biasanya bikin molor? Pertanyaan kedua lebih penting dari yang pertama. Vendor jujur akan bilang penyebab paling sering molor adalah konten dari klien yang belum siap. Vendor yang bilang "pasti tepat waktu" tanpa syarat apa pun biasanya belum pernah mengerjakan proyek yang cukup banyak.
6. Setelah serah terima, kalau ada error masih dibantu? Tanyakan batas waktunya dan apa yang termasuk. Membetulkan bug hasil pengerjaan mereka seharusnya gratis. Menambah fitur baru wajar kalau berbayar.
7. Kalau saya batal di tengah jalan, bagaimana? Mudah-mudahan tidak terjadi. Tapi cara vendor menjawab pertanyaan ini memberi tahu banyak hal tentang bagaimana mereka memperlakukan klien saat keadaan tidak ideal.
Red flag
Menjamin peringkat satu di Google. Ini yang paling jelas. Google sendiri menyatakan tidak ada jaminan bahwa halaman akan di-crawl, diindeks, atau ditampilkan, bahkan untuk situs yang sudah mengikuti semua panduan mereka. Google juga menegaskan tidak menerima pembayaran untuk menaikkan peringkat situs mana pun. Jadi siapa pun yang menjanjikan posisi satu sedang menjanjikan sesuatu yang bukan miliknya.
Harga keluar sebelum pertanyaan masuk. Sudah dibahas di atas, tapi diulang karena memang sesering itu.
Tidak mau menuliskan kesepakatan. Cakupan, jumlah revisi, dan tenggat sebaiknya tertulis, sesederhana apa pun bentuknya. Chat WhatsApp pun sudah lebih baik daripada hanya lisan.
Domain didaftarkan atas nama vendor. Kalau ini dijawab dengan berputar-putar, anggap jawabannya iya.
Minta pelunasan penuh di muka. Uang muka wajar. Pelunasan 100 persen sebelum ada yang bisa dilihat, tidak.
Portofolio berisi situs yang sudah mati semua. Coba buka beberapa. Kalau sebagian besar tidak bisa diakses, artinya klien mereka tidak bertahan lama, dan itu informasi yang berguna.
Tidak ada alamat, nama orang, atau apa pun yang bisa dilacak. Bukan berarti harus punya kantor mewah. Tapi harus ada sesuatu yang bisa dihubungi kalau terjadi masalah.
Yang sering dikira red flag padahal bukan
Bagian ini penting supaya Anda tidak mencoret vendor yang sebenarnya bagus.
Harga murah. Murah tidak otomatis berarti buruk. Vendor yang sudah punya alur kerja rapi bisa menyelesaikan company profile jauh lebih cepat daripada vendor yang mengerjakan semuanya dari nol setiap kali, dan efisiensi itu wajar diteruskan ke harga. Yang perlu dicek bukan angkanya, tapi apa yang Anda dapat di angka itu. Kalau cakupannya jelas dan portofolionya bisa dibuka, harga rendah bukan masalah.
Tim kecil atau perorangan. Tim kecil sering lebih responsif daripada agensi besar tempat proyek Anda cuma satu dari sekian puluh. Yang penting kapasitasnya cukup untuk pekerjaan Anda.
Pakai WordPress atau platform siap pakai. Ini bukan kekurangan. Untuk sebagian besar company profile dan blog, WordPress justru pilihan paling masuk akal: lebih cepat jadi, lebih murah, dan lebih gampang cari orang untuk mengurusnya nanti. Sistem yang dibangun dari nol baru masuk akal kalau kebutuhannya memang tidak bisa dilayani platform yang ada.
Tidak punya kantor fisik. Banyak tim yang bekerja jarak jauh. Yang perlu dipastikan adalah kejelasan identitas dan kemudahan dihubungi, bukan keberadaan ruangan.
Cara membandingkan penawaran
Ambil dua atau tiga penawaran saja, jangan lima. Lebih dari itu Anda akan lelah dan akhirnya memilih yang paling murah, bukan yang paling cocok.
Samakan dulu cakupannya sebelum membandingkan angka. Kalau vendor A menawarkan 5 halaman sudah termasuk hosting, dan vendor B menawarkan 8 halaman tanpa hosting, itu bukan perbandingan yang setara. Minta keduanya memberi harga untuk cakupan yang sama.
Lalu bandingkan tiga hal di luar harga: kejelasan penawaran, kecepatan merespons, dan apakah portofolionya benar-benar bisa dibuka.
Penutup
Kalau harus meringkas jadi satu kalimat: pilih vendor yang berani menjawab pertanyaan sulit dengan jelas, bukan yang menjanjikan hasil paling bagus.
Kami di Aksavara dengan senang hati menjawab ketujuh pertanyaan di atas sebelum Anda memutuskan apa pun. Chat kami di WhatsApp, tidak harus langsung deal.
Dan kalau setelah ngobrol ternyata kebutuhan Anda lebih cocok ditangani vendor lain, kami akan bilang. Itu lebih baik untuk semua pihak daripada mengerjakan proyek yang sejak awal tidak pas.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.
Mulai Sekarang
Website Anda bisa
mulai minggu ini
Kirim logo dan daftar layanan lewat WhatsApp. Sisanya kami yang kerjakan.